Jarang Dilirik! 3 Fakta Tentang Bahasa Daerah Yang Perlu DiKetahui
Jarang Dilirik! 3 Fakta Tentang Bahasa Daerah Yang Perlu DiKetahui

Ilustrasi Bahasa Daerah

Belakangan ini nama Arie Kriting hangat diperbincangkan karena menulis lagu menggunakan Bahasa daerah. Lagu yang ditulisnya diunggah dalam channel youtube Fildan Channel. Lagu yang berjudul Valiako atau bermakna Pulang ini mendapat banyak apresiasi positif, karena ditulis menggunakan Bahasa daerah.
Bahasa daerah sendiri tentunya mempunyai peran penting bagi bangsa. Dari Bahasa daerah terciptanya beraneka keragaman bagi bangsa Indonesia. Ada beberapa fakta yang menarik tentang Bahasa daerah yang perlu kamu pahami. Simak penjelasannya pada artikel kali ini.
1. Berjumlah Ratusan
Dari data kemendikbud ristek pada tahun 2017 diketahui jumlah Bahasa daerah di Indonesia berjumlah sekitar 652. Jumlah tersebut terdiri dari 650 bahasa daerah dan 2 yang lain adalah Bahasa imigran, yakni Mandarin DKI Jakarta dan Mandarin Ampenan.
Kemudian dilakukan identifikasi dan validasi yang kemudian berjumlah sekitar 733. Dari jumlah ratusan tersebut belum termasuk dari identifikasi Bahasa daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
Menariknya sekitar 384 bahasa daerah berasal dari pulau Papua. Pulau Papua memiliki jumlah Bahasa daerah yang paling banyak sedangkan dari Jawa dan Bali sejumlah 10.
2. Bahasa Daerah Punah
Kemendikbud Ristek mencatat sekitar 11 bahasa daerah di Indonesia telah mengalami kepunahan. Bahasa yang mengalami kepunahan ini adalah Bahasa Piru, Bahasa Kayeli, Bahasa Moksela, Bahasa Hukumina, Bahasa Palumata, Bahasa Serua, Bahasa Hoti, dan Bahasa Nila. 8 Bahasa ini berasal dari Maluku, sementara yang lain adalah Bahasa Mawes dari Papua, Bahasa Ternateno dari Maluku Utara, dan Bahasa Tandia dari Papua Barat.
Selain ke sebelas Bahasa di atas ada beberapa Bahasa daerah yang juga akan mengalami kepunahan atau Bahasa tersebut sudah jarang untuk digunakan lagi oleh masyarakat.
3. Dialek yang Unik
Bahasa daerah mempunyai banyak ragam. Meskipun satu daerah dan mempunyai Bahasa daerah yang sama namun dialek yang digunakan juga berbeda. Misalnya saja Bahasa jawa. Bahasa jawa yang digunakan di jawa timur dan jawa tengah mempunyai dialek yang berbeda. Bahkan di Jawa Timur, Bahasa jawa yang digunakan di daerah Blitar, kediri mempunyai dialek yang berbeda dengan Bahasa yang digunakan di Malang ataupun Surabaya.
Nah itulah 3 Fakta menarik tentang Bahasa daerah. Tentunya untuk menjaga kelestarian Bahasa daerah, perlu dipraktekkan tiap hari nya.

0 Response to "Jarang Dilirik! 3 Fakta Tentang Bahasa Daerah Yang Perlu DiKetahui"
Post a Comment