4 Tips Mencegah Toxic Masculinity, Mengapa Pria Harus Terlihat Tangguh?
4 Tips Mencegah Toxic Masculinity, Mengapa Pria Harus Terlihat Tangguh?

Ilustrasi Toxi Masculinity (pexels.com)

Kamu pasti pernah dengar perkataan bahwa pria harus punya kekuatan yang lebih, harus punya kekuasaan, tidak boleh mengekspresikan emosi secara berlebihan atau bahkan tidak boleh menangis. Hal ini tersebut merupakan bagian dari toxic masculinity. Toxic masculinity ini lahir untuk menghindari stigma bahwa pria lemah. Sehingga tuntutan-tuntutan pria tidak boleh lemah lembut atau menunjukkan ekspresinya itu lahir.
Hal ini tentunya dapat berdampak buruk bagi pria seperti menjadi lebih keras kepala, tidak mempunyai empati , hingga melakukan kekerasan seperti pelecehan seksual, pemerkosaan atau kekerasan dalam rumah tangga. Nah, lantas apa yang harus dilakukan orang tua untuk menghindari toxic masculinity ini. Disadur dari alodokter.com ada 4 hal yang bisa orang tua lakukan
1. Mengajarkan Untuk Mengekspresikan Diri
Mengajarkan anak untuk bisa merasakan dan menunjukan berbagai emosi yang mereka rasakan bukanlah hal yang mudah. Maka, orangtua bisa memulai sejak dini, sehingga mereka lebih mengetahui apa yang mereka rasakan. Entah itu perasaan Bahagia, sedih, kecewa atau bahkan menangis.
2. Mengajarkan Rasa Empati
Empati merupakan perasaan yang perlu dilatih. Dengan empati mereka akan lebih bisa memahami perasaan diri sendiri dan orang lain. Missal seperti mengajarkan kesopanan dan kepedulian serta rasa hormat kepada orang lain. Sehingga saat dewasa mereka lebih mempunyai kecerdasan sosial yang lebih tinggi dan peka terhadap sekitar.
3. Menghindari Pola Pikir Merendahkan perempuan
Membuat anak paham tentang kesetaraan gender itu perlu dilakukan sejak dini. Selain mengajak anak untuk ikut membantu pekerjaan domestic rumah seperti menyapu, cuci piring, dan membantu menyiapkan makanan. Orang tua juga perlu berhati-hati dalam menyampaikan tutur kata yang merendahkan perempuan. Misalnya “ jangan berbicara seperti perempuan”, “ Jangan duduk seperti perempuan” atau “ Cara jalanmu seperti perempuan” hal ini akan membuat anak kurang menghargai perempuan
4. Mengawasi Media Hiburan Anak
Memberikan media hiburan kepada anak tentu akan membantu tumbuh kembang anak, namun juga perlu diberikan pengawasan terkait dengan konteks atau isi dari media itu baik buku, film, gadget atau yang lain. Orang tua bisa memastikan bahwa media tersebut tidak mengandung toxic masculinity.
Itulah 4 Cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak mereka terhindar dari toxic masculinity, karena toxic masculinity bukanlah hal yang baik dan akan merugikan diri sendiri serta lingkungannya
0 Response to "4 Tips Mencegah Toxic Masculinity, Mengapa Pria Harus Terlihat Tangguh?"
Post a Comment