Toxic Leadership


Mengenal Toxic Leadership, Mimpi Buruk Bagi Anggotanya

 
 
Ilustrasi Toxic Leadership (pixabay.com)
 

Kepemimpinan atau leadership menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan di dunia ini. Dari mulai hal terkecil, diri kita sendiri, keluarga, suatu kelompok, tempat kerja atau negara. Kepemimpinan sangat berpengaruh untuk kemajuan dalam mencapai tujuan, namun bagaimana jika terjadi toxic leadership?

Toxic leadership bisa membawa pengaruh buruk untuk timnya. Bisa juga membuat gangguan yang besar untuk sebuah perusahaan. Pemimpin yang seperti ini biasanya lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada kepentingan Bersama. Disadur dari laman forbes.com dijelaskan tentang bagaimana pengertian, ciri, dan cara mengatasi Toxic Leadership.

Pengertian

Toxic leadership adalah kombinasi dari sikap, motivasi, dan perilaku yang berpusat pada diri sendiri yang berdampak buruk pada tim,organisasi, dan kinerja misi kedepan. Toxic Leadership secara konsisten menggunakan kekuasaan secara tidak tepat untuk menipu, mengintimidasi, memaksa atau menghukum orang lain secara tidak adil untuk  mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk  diri mereka sendiri.

Ciri-ciri

Beberapa ciri yang bisa kamu ketahui dari toxic leadership dari sikapnya adalah sering menyalahgunakan kekuasaan, melakukan nepotisme/favoritism, melakukan penindasan, penipuan, menggunakan rasa takut sebagai alat motivasi, tidak menerima kritik, dan terlalu memaksakan mengikuti mereka.

Cara Mengatasi

Jika kamu menemukan pemimpin yang seperti itu, kamu bisa melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mengatasi:

1. Terima Kenyataan

Kamu perlu menerima kenyataan bahwa kamu tidak dapat mengubahnya. Dengan menerima kenyataan maka akan membantu kamu untuk memanajemen harapanmu.

2. Merubah Diri Sendiri

Sebelum kita mengubah orang lain, tentu kita harus mengoreksi diri sendiri. Membuat perubahan dan penyesuaian terhadap perilaku akan memudahkan kamu menguasai situasi. Gunakan pendekatan yang baru untuk menghadap pemimpin yang toxic.

3. Mencoba menempatkan diri menjadi mereka

Mencoba menempatkan diri menjadi mereka bukan berarti kamu berubah menjadi mereka atau menoleransi perilaku mereka. Dengan mencoba menempatkan diri menjadi  mereka kamu akan lebih mudah memahami yang mereka rasakan. Beberapa toxic leadership disebabkan oleh tekanan yang sangat besar atau tujuan yang dibuat tidak dapat dicapai. Dengan mencoba hal ini kamu bisa saja mempunyai empati lebih atau memungkinkan menjadi peluang yang akan membantu kamu.

4. Berbicara

Jika beberapa hal diatas tidak dapat menjadi  solusi untuk  masalah kamu. Kamu bisa mencoba berbicara. Saat kamu merasa performa kinerja atau Kesehatan kamu bermasalah, jangan ragu untuk berbicara dan melaporkan. Tetaplah untuk percaya diri, kamu juga bisa mendapatkan bantuan dari penasihat terpercaya dan mendokumentasikan perilaku mereka untuk menjadi bukti.

5. Keluar

Meskipun rumput tetangga tidak selalu hijau, tapi kadang memang demikian. Apalagi jika tempat kamu bekerja atau organisasi yang kamu ikuti ini tidak menghargai orang, mungkin memang tanda bahwa kamu harus keluar dari tempat tersebut. Saat ditanya apa alasan kamu keluar, kamu bisa mencoba mengatakan dengan jujur.

Nah, itulah pengertian, ciri-ciri dan cara yang harus kamu lakukan jika menghadapi toxic leadership. Kepemimpinan dan lingkungan yang toxic tentunya akan merugikan kamu dalam bekerja.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toxic Leadership"

Post a Comment